Pemkot Surabaya Target Pesimis Pendapatan APBD 2021

Pandemi COVID-19 mengakibatkan asumsi pertumbuhan di berbagai sektor meleset pada tahun 2020 lalu, tidak terkecuali kota Surabaya yang selama ini pendapatan daerahnya bergantung pada aktivitas industri ekonomi nasional dan global. Dalam artian pertumbuhan ekonomi dan panataan pendapatan daerah pemerintah kota Surabaya sangat sensitif terhadap gejala yang muncul di level nasional dan internasional.

Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi tumbuh suburnya perekonomian Surabaya, tentu hal ini tidak mudah untuk bisa dilalui dengan kerangka kebijaka yang biasa-biasa saja, terlebih pemerintah Kota Surabaya dituntut mampu merealisasikan capaiannya semaksimal mungkin sesuai target yang telah disusun sejak awal proses perencanaan dan penganggaran. 

Selama tahun 2020 berbagai macam strategi kebijakan yang merupakan instrumen telah banyak dilakukan untuk dapat mengendalikan dan meminimalisir dampak dari adanya COVID-19, namun hal tersebut juga tidak cukup maksimal dikelola untuk peningkatan pendapatan daerah pada APBD kota Surabaya.

Potret Pendapatan Kota Surabaya

Pendapatan daerah merupakan komponen utama dalam struktur APBD di samping sektor belanja dan pembiayaan anggaran. Pendapatan daerah merupakan akumulasi dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan hal lain yang dipisahkan.

Dari tiga komponen yang menjadi sumber pendapatan daerah, selama ini kota Surabaya selalu mendapat keuntungan paling besar dari pendapatan asli daerah yang terdiri dari sektor perpajakan, retribusi, hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain yang sah. Hal itu pula yang menjadi salah satu pertimbangan bahwa kemampuan daerah dalam APBD kota Surabaya cukup tinggi. Rata-rata kontribusi pendapatan asli daerah kota Surabaya di atas 55 persen setiap tahunnya.

Selama masa pandemi pemerintah kota Surabaya terus berupaya agar pendapatan asli daerah dapat dioptimalkan untuk merealisasikan program dan kegiatan secara maksimal, termasuk meningkatkan produktivitas dan mendorong transformasi ekonomi daerah dalam rangka mencapai visi dan misi yang terdapat dalam dokumen perencanaan.

Pendapatan daerah kota Surabaya pada APBD 2021 didesain pesimis. seperti dalam grafik di atas yang menunjukkan bahwa Pendapatan daerah pada pada PABD tahun 2021 mengalami pertumbuhan negatif dari pada tahun sebelumnya sebesar -4,7 Persen, secara umum pertumbuhan pendapatan pada APBD Kota Surabaya mengalami fluktuasi, namun dalam dua tahun terakhir terus mengalami pertumbuhan negatif, hal ini juga mengisyaratkan bahwa pemerintah Kota Surabaya harus bekerja lebih keras dan kreatif dalam memperbaiki penataan pendapatan daerahnya.  

Terlepas dari dampak pandemi COVID-19 yang mengancam pada sektor indutri  global, Pemerintah kota Surabaya tidak mampu menjaga tren positif pada pertumbuhan pendapatan daerahnya, pendapatan daerah pada APBD 2021 ditarget pesimis sebesar -4.7 Persen hal tersebut lebih rendah daripada APBD tahun sebelumnya dan juga lebih rendah dari pada realisasi APBD 2019. Pendapatan daerah APBD 2021 sebesar Rp. 8.660T lebih rendah pada tahun sebelumya yang mencapai Rp.9.083, Selisihnya mencapai Rp.422.6 M.

Maka, dalam rangka tetap menjaga keseimbangan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, kami merekomendasikan untuk pemerintah kota Surabaya agar terus melakukan langkah-langkah proaktif yang disertai dengan kerangka kebijakan strategis, dengan harapan perubahan struktur ekonomi yang terjadi dapat dikendalikan dan dapat melakukan perbaikan pertumbuhan pendapatan daerah.

Sebagai daerah kawasan industri.Pemerintah Kota Surabaya perlu melakukan perbaikan dan inovasi di sektor administrasi perpajakan dan penggalian sumber-sumber pajak baru. Selain itu, Pemerintah kota Surabaya harus melakukan transformasi ekonomi dengan mendorong berkembangnya sektor industri pengolahan melalui kebijakan pemberian insentif stimulus ekonomi untuk sektor-sektor tertentu. Di samping itu, pemerintah kota Surabaya juga perlu melakukan peningkatan efesiensi dan efektifitas kinerja pada badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah kota Surabaya. 

Terbit di www.intrapublik.com

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sebelum
tinggalkan halaman

Mauli.id diperkuat oleh jaringan dan tim profesional, pengembang, analis, dan tim editor yang butuh dukungan untuk bisa memproduksi konten secara rutin.

Artikel Terbaru