Terjerat Ketergantungan: Analisa Pendapatan Daerah APBD Kab. Kediri

Data Tahunan

Mauli.id - Dinamika tata kelola anggaran pendapatan dan belanja daerah secara umum belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Data keuangan Kabupaten Kediri dari tahun 2018 hingga 2023, dapat digambarkan sebuah daerah yang belum mandiri dan masih tergantung pada alokasi transfer dari pemerintah pusat.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan fluktuasi yang cukup tinggi, pada tahun 2023 PAD ditarget menurun 23%. hal tersebut dapat diketahui dari realisasi 649 M di tahun 2022 menjadi 500 M pada tahun APBD 2023. jauh memperihatinkan lagi rasio PAD Kab. Kediri sangat kecil dan lemah, hanya berkisar 17,6% terhadap total Pendapatan daerah Kab. Kediri. hal ini mengindikasikan bahwa APBD Kab. Kediri belum mandiri dan sangat tergantung terhadap dana transfer pemerintah pusat.

Di samping itu, TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa) masih menjadi tumpuan sumber pendapatan daerah dengan rasio 76% terhadap total pendapatan daerah APBD Kab. Kediri.

Kucuran dana transfer pusat terhadap APBD Kab. Kediri pada tahun 2023 ditarget mencapai 2,17 T mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 2% dibanding realisasi tahun 2022 yang mencapai 2,14T.

Dari dua unsur sumber pendapatan daerah di atas dapat kita perhatikan bahwa pemerintah kab. kediri cenderung tidak mengelola potensi kekayaan daerah untuk dapat meningkatkan kemampuan fiskal daerah.

Secara umum, dari data yang terdapat pada grafik di atas dapat yang diberikan kesimpulan umum di antaranya:

Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terjadi fluktuasi pada PAD dari tahun 2018 hingga 2023. Terjadi penurunan pada PAD dari tahun 2018 (476,91 M) ke tahun 2019 (457,76 M), namun kembali meningkat pada tahun 2020 (494,41 M). Tren pertumbuhan PAD yang signifikan terjadi dari tahun 2020 (494,41 M) hingga 2023 (649,63 M), menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama periode tersebut.

Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). TKDD mengalami fluktuasi namun cenderung stabil selama periode 2018 hingga 2023. Terjadi kenaikan pada TKDD dari tahun 2018 (2074,49 M) ke tahun 2019 (2181,65 M), kemudian mengalami penurunan pada tahun 2020 (2033,31 M), sebelum kembali naik pada tahun 2021 (2158,75 M). TKDD tetap relatif stabil dari tahun 2021 hingga 2023.

Pendapatan Lainnya. Pendapatan dari sumber lain juga mengalami fluktuasi yang signifikan selama periode 2018 hingga 2023.
Terjadi peningkatan pendapatan lainnya dari tahun 2018 (316,56 M) ke tahun 2019 (359,43 M), namun kemudian mengalami penurunan drastis pada tahun 2020 (307,61 M).
Pada tahun 2021 (250,59 M), pendapatan lainnya turun lebih lanjut sebelum mengalami sedikit kenaikan pada tahun 2022 (266,28 M), dan kemudian mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2023 (164,19 M).
Analisis Keseluruhan:

Dari data tersebut, terlihat bahwa Kabupaten ini mengalami fluktuasi yang signifikan dalam sumber-sumber pendapatan. Pertumbuhan kuat terjadi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun 2020 hingga 2023, menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ketergantungan pada Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) juga menunjukkan bahwa Kabupaten masih memerlukan sumber pendapatan eksternal untuk menjaga stabilitas keuangan. Penurunan yang signifikan pada pendapatan lainnya pada tahun 2020 dan 2023 menunjukkan perlunya diversifikasi sumber pendapatan untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis pendapatan saja.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sebelum
tinggalkan halaman

Mauli.id diperkuat oleh jaringan dan tim profesional, pengembang, analis, dan tim editor yang butuh dukungan untuk bisa memproduksi konten secara rutin.

Artikel Terbaru