Garis Kemiskinan Jawa Timur 2022 Meningkat, Tertinggi dalam Delapan Tahun Terakhir

Sedangkan garis kemiskinan non-makanan merupakan nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan non-makanan berupa perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Kedua garis kemiskinan ini digabungkan menjadi garis kemiskinan total.

Pertumbuhan garis kemiskinan di Jawa Timur dalam tiga tahun terakhir mencapai rata-rata 3,55 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata tiga tahun sebelumnya pada periode 2016-2019 yang berada di angka 3,27 persen.

Baca Juga:  Upah Buruh Tani Riil Menurun 0,7% Desember 2022

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPS, pertumbuhan antar semester garis kemiskinan tertinggi dalam tujuh tahun di provinsi ini adalah 6,25 persen dan terendah sebesar 0,56 persen, dengan tren garis kemiskinan perkapita secara terus-terusan mengalami kenaikan.

Meskipun garis kemiskinan di Jawa Timur mengalami kenaikan signifikan, provinsi ini berada di urutan keempat dari total enam provinsi di Pulau Jawa. DKI Jakarta berada di posisi pertama dengan nilai garis kemiskinan perkapita 534.819, disusul Banten dengan nilai 433.368, dan DIY dengan nilai 398.363.

Baca Juga:  Tren Pendapatan Daerah APBD Jawa Timur 2024 Turun 3,2 Persen

Selanjutnya, provinsi Jawa Barat berada di urutan kelima dengan nilai garis kemiskinan perkapita 355.172, diikuti oleh Jawa Tengah dengan nilai 349.523.

Terkait

Sebelum
tinggalkan halaman

Mauli.id diperkuat oleh jaringan dan tim profesional, pengembang, analis, dan tim editor yang butuh dukungan untuk bisa memproduksi konten secara rutin.

Terkini

Populer